Quddus Salam, Dokter Pertama di Keluarga Pelopor Poskestren
Quddus Salam, Dokter Pertama di Keluarga Pelopor Poskestren
September 02, 2025
Quddus Salam, dokter muda asal Bangkalan, resmi diambil sumpahnya dalam acara Sumpah Dokter ke-13 Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) pada 28 Agustus 2025. Ia menjadi dokter pertama di keluarganya sekaligus pelopor berdirinya Poskestren (Pos Kesehatan Pesantren) di Pondok Pesantren Hidayatullah Al-Muhajirin yang diasuh ayahnya. Perjalanan Quddus untuk menjadi dokter tidak selalu mudah. Awalnya ia lebih tertarik dengan dunia bahasa dan bercita-cita menjadi guru, namun dorongan orang tua serta pertemuannya dengan mata kuliah kejiwaan membuatnya semakin mantap menekuni profesi kedokteran.
Dari latar belakang keluarga yang agamis, Quddus terinspirasi untuk menghubungkan pesantren dengan penguatan kesehatan. Saat pandemi Covid-19, ia bersama Unusa menginisiasi program Poskestren sebagai bagian dari Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM). Program ini melibatkan mahasiswa, santri, Babinsa, hingga puskesmas setempat. Edukasi yang diberikan mencakup gizi seimbang, obat tradisional, pencegahan penyakit menular, hingga pola hidup bersih. Kini, para santri sudah mampu mengelola Poskestren secara mandiri, bahkan dilengkapi dengan pencatatan kesehatan berbasis digital.
Bagi Quddus, menjadi dokter bukan hanya pencapaian akademik, melainkan jalan pengabdian. Ia berkomitmen untuk terus mengembangkan Poskestren dan memperluas manfaatnya bagi masyarakat sekitar. Pesan dari ayahnya selalu menjadi pegangan: menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama.
Referensi : https://unusa.ac.id/2025/08/31/quddus-salam-dokter-pertama-di-keluarga-pelopor-poskestren/